Persinggahan Hati

“Hati itu ibarat mainan kesayangan kita semasa kecil. Kita dapat memanjakannya, mengabaikannya dan bahkan merusakkannya, tapi kita tidak mau kehilangan dirinya.” ~ Harry Gunawan ~

Baca puisi berbahasa Inggris saya di..

Bagi yang belum tahu, beberapa bulan belakangan ini saya telah bergabung di forum puisi berbahasa inggris di www.associatedcontent.com. Lumayan, ada media tambahan untuk mengasah diri, hehehe.. Sungguh beruntung saya dapat berkenalan dan berteman dengan para seniman-seniman lainnya di sana. Komunitas yang relatif ramah dan inspiratif. :-)
Untuk lebih jelasnya silahkan baca puisi-puisi berbahasa Inggris saya di…

http://www.associatedcontent.com/user/136597/harry_gunawan.html

Terima kasih!

Purnama dan Mentari

suatu hari ibu dan ayah memutuskan untuk pergi
ibu ke barat menjadi purnama, ayah ke timur menjadi mentari
kemudian mereka bersinar menerangi setiap langkahku
silih berganti,
selamanya,
selalu

Selasa, 26 Februari 2008

Lintas-+-Batas

suatu bisikan sentakkan diri
jernihkan pagi dari kabut mimpi
entah malaikat atau iblis
bersiul panjang nan mengiris

mungkin itu gema genta kuil renta
mungkin jua raungan sangsakala
mencengkram roda waktu
mengayak relung kalbu

inilah peringatan pertama
dari suatu tanda penanda
untuk aku seorang diri
sendiri,
hari demi hari..
sendiri,
hari demi hari..
sendiri,
sendiri…
(sendiri…)

Rabu, 20 Desember 2006

Flowing…

summer sun lazy eye
gentle wind’s blowing high
perfect catch of blue sky
don’t know why
I
just
cry…

November 13, 2006

Blood of Fury

oh, the mother of earth!
who keeps on bleeding and bathing
lurking in the deepest sin of man

oh yes, your blood is grey!
ugly yet so pure it might be
have you burned us enough to cleanse?

oh, hell is roaming still!
so please tell us who could restrain
the dying of the furious one?

Sunday, October 8, 2006

[dedicated to the victims of unforgiving Sidoarjo hot mud]

Fi~Nal~Ti-!

keadilan tak berkunjung
keraguan tak terbendung
dilema sekedar drama
panggung hiburan semata

bahkan pena inipun tak berdaya
merekayasa realita

Kamis, 21 September 2006

Fiksi Melankolis Sore Hari

kau baru saja berlalu
dari muka rumahku
akupun berpaling
menatap iri dan sendu

kepada cangkir kopi di atas meja itu
kepadanya bibirmu cenderung mengecup
untuk terakhir kalinya

kau jelaslah tiada dari pertama
aku jelaslah mengandai belaka
demi sepoles cinta
demi segores derita

Kamis, 14-21 September 2006

MENULISLAH

“Menulislah. Selama engkau tak menulis, engkau akan hilang dari dalam masyarakat dan dari pusaran sejarah.”

[Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca]

Wanna Ride?

let me take you for a ride
start from a plain track
then move to the steep ones
side to side
high and low
then high again

leaving dark clouds behind
soaring up into gentle blue sky
in endless quest of eternal dreams

but it doesn’t take long enough
until you’re wandering:
“what kind of ride is this?”

well my friend,
this is just a roller coaster

a roller coaster
of my life

Thursday - June 15, 2006

Omelet* Terlezat

andai dunia itu sebutir telur
akan kupecahkan dan kutumpahkan isinya
ke atas wajan realita

untuk mengetahui segala rahasia

lalu kupanaskan dengan api gunung dewa dewi
untuk kubentuk sesuka hati

lalu kutambahkan sedikit bumbu drama

untuk menyemarakkan aroma dan rasa

lalu kuhidangkan di atas piring altar
dan kulahap seiris demi seiris hingga habis
untuk kurasakan nikmat tiap gigitan
dengan air mata penuh keharuan

sambil merapal mantra terlarang

mantra tentang butir-butir telur berikutnya
yang akan dilahirkan entah dari mana

Senin, 17 April 2006

*Semacam telur dadar.

Next entries »