“Hati itu ibarat mainan kesayangan kita semasa kecil.
Kita dapat memanjakannya, mengabaikannya dan bahkan merusakkannya, tapi kita tidak mau kehilangan dirinya.”
~ Harry Gunawan ~
May 28, 2008 at 6:28 am · Filed under jurnal and tagged: associated content, puisi, sajak
Bagi yang belum tahu, beberapa bulan belakangan ini saya telah bergabung di forum puisi berbahasa inggris di www.associatedcontent.com. Lumayan, ada media tambahan untuk mengasah diri, hehehe.. Sungguh beruntung saya dapat berkenalan dan berteman dengan para seniman-seniman lainnya di sana. Komunitas yang relatif ramah dan inspiratif. 
Untuk lebih jelasnya silahkan baca puisi-puisi berbahasa Inggris saya di…
http://www.associatedcontent.com/user/136597/harry_gunawan.html
Terima kasih!
May 28, 2008 at 6:14 am · Filed under sajak & kutipan and tagged: ayah, ibu, mentari, puisi, purnama, sajak
suatu hari ibu dan ayah memutuskan untuk pergi
ibu ke barat menjadi purnama, ayah ke timur menjadi mentari
kemudian mereka bersinar menerangi setiap langkahku
silih berganti,
selamanya,
selalu
Selasa, 26 Februari 2008
December 20, 2006 at 4:10 am · Filed under sajak & kutipan and tagged: iblis, malaikat, puisi, sajak
suatu bisikan sentakkan diri
jernihkan pagi dari kabut mimpi
entah malaikat atau iblis
bersiul panjang nan mengiris
mungkin itu gema genta kuil renta
mungkin jua raungan sangsakala
mencengkram roda waktu
mengayak relung kalbu
inilah peringatan pertama
dari suatu tanda penanda
untuk aku seorang diri
sendiri,
hari demi hari..
sendiri,
hari demi hari..
sendiri,
sendiri…
(sendiri…)
Rabu, 20 Desember 2006
December 20, 2006 at 3:42 am · Filed under sajak & kutipan and tagged: cry, poem, poetry, puisi, sajak
summer sun lazy eye
gentle wind’s blowing high
perfect catch of blue sky
don’t know why
I
just
cry…
November 13, 2006
October 8, 2006 at 8:56 am · Filed under sajak & kutipan and tagged: blood, fury, poem, poetry, puisi, sajak, sidoarjo
oh, the mother of earth!
who keeps on bleeding and bathing
lurking in the deepest sin of man
oh yes, your blood is grey!
ugly yet so pure it might be
have you burned us enough to cleanse?
oh, hell is roaming still!
so please tell us who could restrain
the dying of the furious one?
Sunday, October 8, 2006
[dedicated to the victims of unforgiving Sidoarjo hot mud]
September 21, 2006 at 8:59 am · Filed under sajak & kutipan and tagged: keadilan, pena, puisi, realita, rekayasa, sajak
keadilan tak berkunjung
keraguan tak terbendung
dilema sekedar drama
panggung hiburan semata
bahkan pena inipun tak berdaya
merekayasa realita
Kamis, 21 September 2006
September 14, 2006 at 7:52 am · Filed under sajak & kutipan and tagged: andai, bibir, cinta, derita, puisi, sajak
kau baru saja berlalu
dari muka rumahku
akupun berpaling
menatap iri dan sendu
kepada cangkir kopi di atas meja itu
kepadanya bibirmu cenderung mengecup
untuk terakhir kalinya
kau jelaslah tiada dari pertama
aku jelaslah mengandai belaka
demi sepoles cinta
demi segores derita
Kamis, 14-21 September 2006
June 26, 2006 at 6:04 am · Filed under sajak & kutipan and tagged: kutipan
“Menulislah. Selama engkau tak menulis, engkau akan hilang dari dalam masyarakat dan dari pusaran sejarah.”
[Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca]
June 15, 2006 at 6:43 am · Filed under sajak & kutipan and tagged: life, poem, poetry, puisi, ride, roller coaster, sajak
let me take you for a ride
start from a plain track
then move to the steep ones
side to side
high and low
then high again
leaving dark clouds behind
soaring up into gentle blue sky
in endless quest of eternal dreams
but it doesn’t take long enough
until you’re wandering:
“what kind of ride is this?”
well my friend,
this is just a roller coaster
a roller coaster
of my life
Thursday - June 15, 2006
April 22, 2006 at 7:52 am · Filed under sajak & kutipan and tagged: mantra, omelet, puisi, sajak
andai dunia itu sebutir telur
akan kupecahkan dan kutumpahkan isinya
ke atas wajan realita
untuk mengetahui segala rahasia
lalu kupanaskan dengan api gunung dewa dewi
untuk kubentuk sesuka hati
lalu kutambahkan sedikit bumbu drama
untuk menyemarakkan aroma dan rasa
lalu kuhidangkan di atas piring altar
dan kulahap seiris demi seiris hingga habis
untuk kurasakan nikmat tiap gigitan
dengan air mata penuh keharuan
sambil merapal mantra terlarang
mantra tentang butir-butir telur berikutnya
yang akan dilahirkan entah dari mana
Senin, 17 April 2006
*Semacam telur dadar.
Next entries »